Thursday, April 25, 2019

Australia (2) : The Real Adventure in NSW!

Hey im back again, as ive promised before guys saya kembali lagi masih dengan seputaran spot di sekitar NSW area. Tapi kali ini ada yang berbeda, but dont worry kebanyakan destination yang saya tuju semua menawarkan free entrance. Yang berbeda disini ialah kali ini banyak long walking terus akses kesana menghabiskan waktu bahkan 4 jam perjalanan dari Sydney. Awalnya saya sudah buat draft untuk di post satu-satu. Namun kadang rasa malas akhirnya saya lebih menyukai membuat konten rangkuman. Nah penasaran spot apa aja yang saya rekomendasikan dan saya kunjungi kali ini. Keep on reading guys :) Beneran Adventure deh kali ini.

Morisset Park
Salah satu wish list saya jika berkesempatan mengunjungi Australia adalah bertemu dan berphoto dengan Kanguru. Nah setelah sebulan tinggal di Sydney, saya banyak mendengar rekomendasi untuk datang ke Morisset park untuk melihat dan bahkan memberi makan Kanguru dan itu semua GRATIS!

Tuesday, April 23, 2019

Australia (1) : hidden games in New South Wales


Harbour Bridge
Hi guys, akhirnya setelah sekian lama jadi draft saya kepikiran untuk post tentang spot yang pernah saya datangi selama di Australia. Nah part ini akan saya bahas mengenai Sydney terlebih dulu. As you guys may know, saya sempat tinggal kurang lebih 5 bulan di Sydney. Nah selama di Sydney, saya biasa setiap akhir pekan atau lagi ga kerja suka explore spot-spot yang belum terlalu familiar atau too touristic place. Ada banyak spot yang saya kunjungi, awalnya saya plan untuk buat 1 post terpisah. Tapi setelah dipikirkan lebih dalam, akhirnya saya putuskan buat jadi rangkuman aja biar lebih ringkas. Part ini, saya lebih fokus ke spot yang mudah dijangkau dan sebagian masih belum terlalu sering kalian dengar. Well spot ini bisa kalian kunjungi karena letaknya tidak begitu jauh dari CBD atau pusat kota. Selain itu, saya selalu menggunakan transportasi umum selama jalan-jalan di New South Wales guys. Jadi bisa kalian jadikan referensi place to visit kalo kalian ke Sydney. Penasaran kan? keep reading guys.

Saturday, April 20, 2019

Japan (4) : Trip to Mt Fuji


source : google
Setelah menjelajah Osaka, akhirnya saya kembali lagi ke Tokyo. Kali ini yang menjadi tujuan terakhir saya adalah Gunung Fuji. Dalam bahasa Jepang disebut dengan Fuji-san. Bicara tentang gunung satu ini kita pasti akan langsung ingat tentang Jepang. Yaps, for that reason akhirnya saya putuskan datang kesini untuk melihat langsung keindahan gunung fuji. Disini juga saya mendapatkan pengalaman yang cukup unik yakni Nyasar. haha kok bisa? bisalah wkkwk. i believe this is  a curse for me. Setiap ngetrip pasti selalu saja ada dimana saya menghabiskan waktu extra karena nyasar. So seperti apa pengalaman saya selama di gunung Fuji? keep reading guys.

Thursday, April 18, 2019

Japan (3) : a day in Osaka

Nah usai mengeksplore Kyoto, akhirnya di hari ke empat saya akhirnya menjelajah kota Osaka seharian penuh.Osaka adalah kota ketiga yang saya kunjungi selama di Jepang.  Kota Osaka adalah sebuah kota di wilayah Kansai, Jepang. Selain sebagai ibu kota Prefektur Osaka, Osaka juga merupakan kota berpenduduk terbesar nomor tiga di Jepang setelah Tokyo dan Yokohama. Kota ini terletak di pulau Honshu, di Teluk Osaka. Di sebelah timur, Osaka bertetangga dengan Kyoto dan Nara, dan di sebelah barat dengan kota Kobe jadi saya memilih Osaka sebagai tempat stay memang cukup beralasan karena letaknya yang sangat strategis.
Ada banyak tempat wisata di Osaka yang menarik bagi para wisatawan sehingga tak lengkap rasanya jika tidak pergi ke Osaka saat berliburan ke jepang. Tempat yang menjadi incaran para turis yang terkenal di Antaranya Universal Studio Japan (USJ), Osaka Castle, eksplore Dotonbori area, berbelanja di Shinsaibasi atau mencoba masuk di museum poki di Tsutenkaku tower.  Nah, mau tau spot apa aja yang saya kunjungi? keep reading guys!

Monday, April 15, 2019

Japan (2) : Kyoto : menikmati pesona kejayaan Jepang dimasa lalu

Liburan ke Jepang tak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Kyoto. Kyoto adalah kota yang terletak di Pulau Honshu, Jepang yang sangat populer. Kyoto dikenal menjadi pusat kebudayaan dan seni Jepang. Wisatawan dengan mudah akan menemukan kuil-kuil bersejarah, rumah-rumah tradisional, dan event tradisional di Kyoto. Kehidupan dan keindahan masa lalu yang masih  dipertahankan inlah yang membuat pesona Kyoto tidak terkalahkan. Berkunjung dan berkeliling di Kyoto membuat trip saya kali ini benar-benar berkesan. Saya selalu excited untuk mengunjungi berbagai tempat sebanyak yang saya bisa.  
Setelah meninggalkan Tokyo, saya menuju ke Osaka. Berdasarkan rekomendasi dari teman, saya memutuskan untuk stay di Osaka daripada stay di Kyoto. Hal ini dikarenakan lebih banyak penginapan murah di Osaka dan jarak antara 2 kota ini tidaklah jauh. Untuk menuju Kyoto dari Osaka bisa ditempuh dalam waktu 30 menit saja. Bahkan ada kereta cepat yang hanya membutukan waktu 15 menit saja dari Shin Osaka menuju Kyoto. Masih ingat saya membeli JRPass selama 7 hari. Nah ini dia kegunaan dari JRpass guys. Dengan JRPass saya bisa lebih hemat jika melakukan perjalanan antar kota. Karena JRPass ini sudah mengcover biaya perjalanan saya. 
Di Shin Osaka saya menginap di 9 Hours Shin Osaka Station. Capsule hotel yang terletak tepat di seberang station Shin Osaka.  Jadi saya tidak perlu repot berjalan jauh menuju ke station. Karena tiba sudah pukul 5 sore, hari itu saya memutuskan untuk beristirahat di hostel dan mulai menjelajah ke esokan harinya. Mau tau objek wisata apa yang saya kunjungi selama di Kyoto?

Friday, April 12, 2019

Japan (1) : Exploring Tokyo side to side


Hari itu 19 Maret 2019, hari yang dinanti-nanti pun tiba. Hari dimana saya akan pergi ke negara yang sudah menjadi impian saya sedari kecil yakni Jepang. Saya terbang menggunakan maskapai Japan Airlines (JAL) dengan total perjalanan sekitar 7 jam dari Soekarno-Hatta mendarat di Narita Airport.Tiket ini sudah saya beli jauh-jauh hari sebelumnya, tepat di awal desember 2018 saat itu lagi gencar promo tiket murah disalah satu platform penjualan tiket online. Harga tiket PP yang saya beli untuk return adalah seharga Rp. 3.979.000 lumayan murah untuk pesawat sekelas Japan Airlines.
Saya tiba di Bandara Internasional Narita  pukul 16.00 waktu setempat. Setelah selesai pemeriksaan imigrasi, saya langsung menuju ke kantor JR Pass untuk membeli paket selama 7 hari. Harga JRPass yang saya bayar seharga 33.000Yen. Setelah itu saya dan teman (Siemef) menuju ke stasiun kereta untuk naik kereta Keisei Skyliner yang menuju pusat kota Tokyo. Oh ya untuk kereta, berhubung saya tidak memiliki kartu Pasmo atau Suica, saya membayar lagi sejumlah 1240 Yen. Fyi, dari bandara Narita untuk menuju Tokyo ada beberapa alternatif transportasi yang bisa kalian gunakan yakni :
  • JR Narita Express (N'EX) kurang lebih 1 jam perjalanan
  • Keisei Skyliner perjalanan berdurasi sekitar 41- 58 menit tergantung station mana yang dituju.
  • Tokyo Shuttle 
  • Airport Limousine
  • Airport Taxi

Tuesday, April 9, 2019

Surga di Labuan Bajo "Sebuah rasa yang tak tuntas"


Komodo di Pulau Rinca
Labuan Bajo,  Siapa sih yang tidak tahu dengan destinasi yang hits satu ini. Kata pertama yang terlintas di kepala apalagi kalau bukan Komodo. Yeah, finally i did it gengs. Ini adalah bucket list  yang sudah lama ku idam-idamkan. Nama Labuan Bajo memiliki arti tempat berlabuh yang diambil dari kata Labuan dan Suku Bajo yang diambil dari kata Bajo. Suku Bajo sendiri sebenarnya merupakan suku yang berasal dari Sulawesi yang bermukim di pesisir barat Flores, Nusa Tenggara Timur. Namun sekarang mereka hidup berdampingan dengan warga asli Flores. Saat ini, wilayah tersebut sudah dikembangkan menjadi Kota Labuan Bajo.
Kurang lebih 1jam perjalanan dari Lombok ke Labuan Bajo, pesawat mendarat mulus di bandara komodo. Aku dan Filipe sangat excited untuk segera menjelajah keindahan pulau ini. Tak lama setelah menunggu bagasi, kami segera keluar dan disambut oleh taksi lokal. Rata-rata mereka menawarkan jasa Rp.50.000 untuk ke kota. Nah, disini kalian harus tawar lagi guys, karena sebenarnya jarak kota dan bandaranya sangat dekat. Filipe menyerahkan urusan tawar menawar kepadaku. So dengan pede aku menawar Rp.40.000 yang tentu saja langsung disetujui oleh driver. Aku yang cukup heran melirik ke Filipe yang nampaknya Oke-oke saja. 
Tau kenapa gengs? jarak bandara ke hotel ternyata sangat dekat. Bahkan roomate baru kita ternyata memilih berjalan kaki ke Kota karena saking dekatnya haha. Yah kita pikir tidak apa-apalah. Disini kami menginap di The Palm Komodo kamar bunk bed seharga Rp.170.000/malam sudah include sarapan ya gengs.

Saturday, April 6, 2019

Explore Lombok di Musim Hujan, Jangan deh

Sendang Gile waterfall
Lombok adalah salah satu tempat yang masuk dalam bucket list saya sedari dulu. Mendengar kata Lombok pasti identik sekali dengan Gunung Rinjani, tapi saya tidak mampir kesana kok. Sedih ya, tidak juga karena memang akses pendakian saat saya sampai masih di tutup. Kali ini saya memiliki kesempatan untuk mengeksplore spot ini melanjutkan road trip dadakan dan serba unplan. Prinsip nanggung karena sudah dekat, berhasil membuat saya khilaf melanjutkan road trip seorang diri menjejalah sebagian dari Indonesia Timur. So, ini adalah spot-spot yang saya kunjungi selama di Lombok kurang lebih satu minggu lamanya.

Thursday, March 14, 2019

Best Escape Ever : Nusa Penida


 Pagi itu, hujan gerimis mengguyur Seminyak sejak subuh. Saya cukup was-was menunggu hujan reda karena pagi ini saya akan escape ke Nusa Penida. Pukul 06.15 Wita, Driver Gocar sudah tiba menjemput saya untuk menuju ke Sanur. Yah, penyebrangan menuju ke Nusa Penida adalah lewat Pantai Sanur. Beberapa hari sebelumnya saya sudah memesan boat ke Penida lewat situs  idolaexpress.com untuk local harga PP boat dari Sanur - Penida adalah Rp. 150.000. Liburan ke Nusa Penida ini sesungguhnya liburan termurah bagi saya mengingat saya bisa explore banyak tempat dengan bujet minimum kurang dari 1 juta untuk 2 hari 1 malam. Penasaran seperti apa rasanya liburan murah di Pulau sebelah tenggara Bali ini? Check it out guys hehe

Monday, March 11, 2019

Never ending exploring in Bali

Bali, siapa sih yang tidak tahu dengan destinasi wisata yang sudah mendunia ini. Bahkan kepopuleran pulau ini mengalahkan Indonesia, kebanyakan turis asing lebih familiar dengan Bali ketimbang Indonesia sendiri hehe. Sebuah fakta yang cukup sering saya hadapi ketika membolang di Australia dulu. Setiap berkenalan dengan teman-teman baru mereka akan cukup asing dengan Indonesia. Tapi begitu saya menyebutkan Bali mereka akan dengan cepat sekali tahu. Unik but its happen everytime. Bali merupakan destinasi wisata yang menurut saya paling kompleks, Di kelilingi oleh banyak pantai-pantai cantik berpasir putih dan juga memiliki ombak yang bagus untuk surfing, Bali juga memiliki pesona lain yakni gunung, air terjun dan rice terraces serta wisata budaya sekaligus religi dengan banyaknya Pura -pura, menjadi daya tarik tersendiri. Tak jarang banyak pasangan baru menjadikan Bali sebagai tempat untuk berbulan madu. Tidak ada yang tidak terpesona dengan Bali. Karena itulah, Bali menjadi sangat touristic dan ramai sekali.
Kali ini perjalanan saya akan berlanjut di Bali, setelah menjelajahi Jogja selama lima hari. Bali memang menjadi tujuan awal saya tahun ini, dengan tujuan untuk holiday dan bertemu dengan teman kampus semasa kuliah dulu. Begitu mendarat di Bali saya segera memesan gocar menuju  Seminyak ke kostan Bella, kostan yang akan menjadi tempat tinggal saya selama di Bali.  Kurang lebih selama dua minggu (7-18 Januari 2019) saya menghabiskan waktu di pulau dewata. Mau tahu seperti apa dan kemana saja petualangan saya selama di Bali. Keep reading guys :)

Tuesday, March 5, 2019

Triavelers dadakan ke Jogjakarta


Hai guys i'm back again! Kali ini saya akan mengulas balik perjalanan solo traveling saya ke Jogja di awal tahun 2019 bulan januari lalu. Perjalanan ke jogja ini awalnnya tidak pernah ada dalam list saya tahun ini. Ide ini muncul ketika saya sedang menunggu flight ke Jakarta. Seorang kawan lama menawarkan saya untuk ikut ke Jogja bersama dengan rombongan kampusnya yang akan studi tour ke Magelang. Ajakan inilah yang akhirnya membuat saya dadakan ngebolang ke Jogja. So, bagaimana ceritanya? keep reading guys hehe.

Piknik di Lake Tinaroo