Showing posts with label Queensland. Show all posts
Showing posts with label Queensland. Show all posts

Sunday, November 3, 2019

Jelajah Tableland Area : Melihat Turbin Angin di Windy Hills


Penampakan baling-baling turbin yang biasa di lihat ketika pergi dan pulang kerja menimbulkan penasaran. Karena saya pikir jaraknya tidak begitu jauh dari Mareeba. Mungkin bagi sebagian orang tidak ada yang istimewa dari turbin atau baling-baling bambu doraemon ini gaes. Tapi akhirnya saya bisa kesampaian juga untuk melihat langsung turbin ini dari dekat.

Pergi ke Windy Hills
Windy Hills terletak di area Ravenshoe adalah perbukitan tinggi tempat Pembangkit Listrik tenaga angin. Nah di bukit inilah kita bisa melihat secara langsung turbin- turbin ini berdiri. Untuk menuju kesini lumayan jauh gengs dari rumah. Tapi di sepanjang perjalanan menuju kesini tidaklah membosankan. Sepanjang perjalanan terdapat banyak peternakan sapi dan hamparan rumput luas hijau memanjakan mata. Karena tempat yang kami tuju merupakan kawasan perbukitan tak jarang kami melihat sapi-sapi yang asiknya makan di perbukitan yang menanjak.

Saturday, September 7, 2019

Visiting Yungaburra


source  : http://tourism.blue/yungaburra/
Yungaburra adalah sebuah kota kecil di Atherton, Tableland, Queensland. Kota ini mungkin terdengar agak asing di telinga. Tidak seperti kota-kota lainnya yang terkenal seperti Sydney dan Cairns yang saya tinggali sebelumnya. Yungaburra hanyalah kota kecil yang nyaman dan jauh dari kebisingan. But, kota ini sudah tidak begitu asing bagi saya, sebab beberapa kali  saya mendengar kota kecil ini dari beberapa kenalan sesama backpacker yang pernah saya temui. Selain itu teman serumah saya beberapa kali mengatakan bahwa kota kecil ini sangat cantik. Hal tersebut membuat saya tertarik untuk diajak berkeliling melihat sendiri kecantikan kota kecil ini.

Sunday, February 17, 2019

Gold Coast 3 days 2 night its not Enough!

Mick Schamburg Park look out
Bus Greyhound yang kunaiki melaju kencang meninggalkan Brisbane kini perlahan mulai melambatkan lajunya. Tak berapa lama setelah melewati terowongan, Saya mulai dapat melihat suasana yang tak begitu jauh berbeda dengan kota sebelumnya yang kusinggahi. Yah saya telah sampai di Goldcoast, kota yang dipenuhi bangunan dan gedung-gedung yang tinggi di pesisir pantai. Sungguh kontras dengan suasana di outback. Welcome to Goldcoast ucapku dalam hati.

Friday, February 15, 2019

Explore Brisbane in 3 days



Finally saya sampai juga ke Brisbane setelah menempuh 2.5 jam perjalanan dari Noosa head. Brisbane siapa sih yang tidak familiar dengan kota satu ini. Yaps Brisbane adalah ibu kota negara bagian Queensland di Australia juga merupakan kota ke-tiga terbesar di Australia setelah Sydney dan Melbourne. Kali ini hostel saya tidak begitu jauh dari terminal, Seperti biasa saya sudah memesan hostel terlebih dahulu jadi setelah sampai, tinggal check in saja tanpa perlu repot memesan hostel lagi. Di Brisbane saya menginap di Base Brisbane Uptown 3 hari 2 malam dengan total biaya super murah yaitu 41.80 Aud.  Setelah menunggu kurang lebih 1 jam akhirnya saya bisa check in, lalu tanpa menyia-yiakan waktu saya segera menuju lt 3 untuk menaruh koper dan backpack. 

Oke, mungkin kalian sudah paham kalau saya adalah tipe orang yang lebih menyukai petualangan dialam. Nah saat di Brisbane ini spot wisatanya mungkin lebih ke sight seeing city. Jadi saya tidak begitu bingung akan kemana karena begitu banyak panduan mengenai things to do dikota ini. Oh ya ada pengalaman menarik saat saya check in di hostel. Saya stay di kamar mix dorm 10 bed dan you know guys, all of them berasal dari German. Yaps saya banyak berjumpa dengan backpacker dari negara eropa tersebut sepanjang perjalanan. Kenapa lebih memilih tinggal di kamar mix dorm room, tujuannya sih biar bisa menambah teman dari negara-negara lain atau bisa jadi nantinya mereka bisa diajak explore city.

Sebelum sampai di Brisbane saya sudah mengontak teman yang dulu tinggal di share house yang sama saat di Cairns yaitu Memo, pemuda ganteng dari Turkey. Memo ini kebetulan pindah ke Brisbane untuk melanjutkan studinya. Kami berdua meninggalkan sharehouse pada hari yang sama. Ternyata hari itu Memo sedang ada kerjaan sehingga tidak bisa menemani saya untuk explore city. Setelah membaca brosur yang saya ambil di reception dan juga membuka google, saya sepertinya sudah tahu akan kemana menghabiskan sore hari ini. Lets go!

  •  Eksplore South Bank area
South Bank Parklands adalah kawasan tepi Sungai Brisbane yang juga disebut sebagai ruang outdoor paling alami di Australia. Kawasan wisata ini sangat luas yakni mencapai 17 hektar. Ada banyak aktivitas yang bisa dilakukan disini seperti mengunjungi museum, berenang dikolam buatan, jogging dan bersepeda di tepi sungai, piknik, bersantai di kafe, belanja di butik-butik dan di taman hingga belanja di pasar tradisional saat weekend. South Bank Parklands buka dari pukul 5 pagi waktu setempat hingga tengah malam.  Mengapa saya menuju kesini yah, selain alasan diatas South bank adalah tempat terdekat yang bisa saya datangi dari hostel.
Setelah check in saya segera menuju kesini, letaknya tidak begitu jauh dari hostel sehingga bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Untuk menuju ke South bank dari Roma st kita harus melintasi jembatan, yaitu Victoria Bridge. Tidak butuh waktu lama untuk sampai ke South bank. Tempat pertama yang saya tuju adalah Logo kota Brisbane yang terletak tidak jauh dari jembatan tadi. Katanya sih belum sah ke Brisbane kalau belum datang kesini.

Brisbane logo
Bukan hal asing ketika kita mengunjungi suatu tempat, terdapat logo atau landmark dari sebuah kota maka tidak ada salahnya  kita berphoto disana. Spot ini terdapat disebelah kanan setelah turun dari jembatan. Cukup susuri saja pathwalk, kalian akan dengan mudah menemukan tempat ini. Ini adalah landmark kota Brisbane, tepat dibelakangnya terdapat view dari gedung-gedung tinggi yang menjulang. Such an iconic of big city in Australia.

Tak jauh dari landmark ini masih dilokasi yang sama yakni South bank terdapat Wheels Brisbane. Dari sign tadi kalian cukup berjalan lurus beberapa menit saja kalian akan dapat langsung menemukan tempat ini. Wheels ini adalah salah satu ikon Brisbane guys. Tapi untuk naik dan menikmati view dari atas kita harus membayar. Pada malam hari view wheels ini akan jauh lebih cantik dengan kerlap kerlip lampunya. Saran saya jika mau ke Southbank datanglah sore hari menjelang malam kalian akan mendapatkan 2 view yang berbeda dari tempat ini.


Selain spot cantik dan instagramable Wheels of Bribane  disini juga terdapat Pantai atau kolam buatan. Pantai yang dinamakan  Streets Beach ini tak pernah sepi pengunjung. Kebetulan saat datang cuaca sedang panas-panasnya jadi jangan ditanyakan lagi berapa banyak bule-bule ganteng dan syantik berjemur manjah diareal kolam ini gengs. The real cuci mata wkwkkw. Street Beach ini adalah pantai buatan berpasir putih yang cantik dilengkapi juga dengan kolam untuk anak-anak jadi siapa saja bisa berenang disini. Selain itu lokasinya juga sangat strategis dimana kita bisa menikmati pemandangan dari gedung-gedung pencakar langit terlihat di depan mata. Gimana tertarik datang kesini? Gratis lo hahaha



Setelah mengitari spot-spot menarik di South bank saya kembali berjalan melewati tepi sungai. Yaps jadi di Southbank ini letaknya persis ditepi sungai guys, selain itu tepat ditepi sungai terdapat jalanan khusus bagi pejalan kaki dan juga sebagai joging trek dan sepeda. Kebetulan saat menjelajah pertama tadi saya tidak melewati jalan ini karena langsung menuju ke sign Brisbane.  Di Southbank ini selain area rekreasi dan hiburan santai ternyata juga terdapat museum seperti GOMA yaitu galeri seni modern dan kontemporer terbesar di Australia dan Queensland Art Gallery yang ikonik. Galeri-galeri itu sendiri merupakan tempat yang memajang kesenian arsitektur, juga menampilkan berbagai karya seni Australia dan internasional.
Sayangnya saya melewatkan dua galeri ini guys. poor that haha. Lalu ada juga Nepali Friendship Pagoda. Temple ini adalah sumbangan yang dibawa langsung dari kerajaan nepal untuk pameran Expo tahun 1988 guys.


So, ada banyak spot yang bisa di explore kesini yah, menurut saya sih ada baiknya menyiapkan 1 hari penuh jika datang ke South bank. Terutama jika kalian ingin mencoba dan mengunjungi semua atraksi yang ada. Selain bangunan dan pantai disini juga terdapat taman hutan yang kecil. Untuk berbelanja jangan khawatir gengs disepanjang south bank ini dipenuhi kafe dan butik-butik.



  • Mencoba Fery Gratis
Usai menjelajah South bank saatnya berpindah ketempat lain dengan free fery. Yaps Fery ini benar-benar gratis guys. Pemerintah Brisbane memberikan fasilitas kapal CityHopper yang bisa dinaiki tanpa harus membayar. Kapal ini akan berhenti di beberapa spot tertentu di sekitar kota Brisbane. Kalian bisa naik dan turun di perhentian-perhentian yang menjadi rute mereka, yaitu North Quay, South Bank 3, Maritime Museum, Thornton Street, Eagle Street Pier, Holman Street, Dockside dan Sydney Street.
Saya menaiki Fery ini dari Soutbank Bank 3 karena saya datang dengan jalan kaki melewati victoria bridge otomatis Port North Quay saya lewati karena posisinya dibawah jembatan tadi. Jadi di southbank itu terdapat beberapa terminal, khusus City Hopper ini ada diterminal 3. Sedangkan terminal 1 dan 2  adalah terminal untuk kapal yang berbayar. Dengan City Hopper ini kita bisa menikmati pemandangan kota Brisbane dari sungai. Lama waktu perjalanan dengan kapal ini kurang lebih 40 menit. Setelah berkeliling, kita bisa bebas menentukan akan berhenti dimana saja spot yang kita inginkan.


Untuk mendapatkan view yang cantik kalian harus duduk dibagian atas guys. Well saat pertama naik, bagian atas sudah penuh jadi saya harus bersabar menunggu. Karena akan ada penumpang yang turun jadi begitu kosong kita bebas pindah.

suasana didalam City Hooper
victoria bridge dari sungai
  • Menikmati Sunset di Wilson  Outlook Reserve
Masih dihari yang sama, setelah menikmati keliling kota dengan Fery saya memutuskan untuk menikmati Brisbane dengan cara yang sedikit berbeda. Ini adalah spot yang paling menarik untuk menunggu sunset dan menyaksikan bagaimana lampu-lampu mulai menyala saat matahari terbenam. Untuk menuju kesini bisa naik bus dan juga bisa via fery gratis tadi. Saya menunggu 2 jam untuk mendapatkan photo ini gengs. Karena matahari lumayan lama terbenam akhirnya saya menunggu dan untuk menyaksikan sendiri gambar-gambar cantik di google hahaha. Saat menunggu saya habiskan dengan berkenalan dengan seorang teman WVH asal Prancis yang sedang melukis keindahan jembatan ini.
Selain saya ternyata ada banyak orang-orang menunggu sunset di tempat ini. Sepertinya ada beberapa yang merupakan Photographer profesional. Menilik dari perlengkapan yang mereka bawa cukup komplit dibandingkan saya yang bermodalkan kamera hp hahah.




Setelah menunggu sekian lama akhirnya langit mulai memerah pertanda malam akan segera tiba di kota Brisbane. Saya yang antusias segera mengambil ancang-ancang mengabadikan momen sunset indah. Tak lupa juga tujuan utama kesini untuk menikmati keindahan view bridge dari wilson point look out. Pukul 7pm saya memutuskan untuk pulang, kali ini saya memilih menggunakan bus untuk kembali kehostel. Awalnya saya sempat kesulitan untuk mencari bus stop karena sudah malam dan beberapa kali salah jalan. thats called seninya jalan-jalan bukan hahhaa. In the end malam harinya saya bisa tidur nyenyak di hostel karena kecapekan jalan kaki wkwkwk.

On the 2nd days, saya biasa bangun pagi entah saat trip ataupun sehari-hari. So lekas saya mandi dengan pelan-pelan mengingat roommate lain masih asik terlelap. Pukul 7 pagi saya sudah menikmati sarapan di kitchen sembari menonton televisi. Okay where should i go today ujarku dalam hati. So here is what i do on the second day in Brisbane
  •  Melihat Brisbane dari Ketinggian Mt Coot Tha
Pagi hari setelah menikmati sarapan saya meninggalkan hotel untuk mencari bus stop. Hari ini saya akan menjelajah Mt Cootha. Berjarak sekitar 6 km di sebelah barat Brisbane CBD (Central Business District), Mount Coot-tha memiliki spot cantik dan merupakan puncak tertinggi di Brisbane dengan ketinggian 287 meter di atas permukaan air laut. Mount Coot-tha merupakan salah satu destinasi populer bagi wisatawan yang datang ke Brisbane. Ada pengalaman unik nih guys, selama pulang Pergi saya menggunakan bus route 470 dari roma st untuk kesini. Saat pergi memang sih ada penumpang lain, tapi yang menuju ke Mt Cootha pagi itu hanya saya sendiri haha. Jadi berasa private bus kan wkwkwk. Begitu pula saat saya akan pulang lagi-lagi saya hanya sendiri didalam bus. What a life lol






Mt.Coot Tha adalah salah satu tempat tertinggi yang memiliki sport menarik dan menjadi tujuan para wisatawan untuk bisa melihat dan menikmati pemandangan kota Brisbane dari ketinggian. Di Mt.Coot Tha terdapat cafe & restoran untuk para wisatawan yang berkunjung. Sekali lagi photo ini tidak akan berhasil jika saya tidak pereus meminta bantuan traveler lain untuk mengambil photo. Sekali lagi pereus is a must guys, but dont rude seperti meminta photo berulang-ulang. Jadi Selain ga tau malu dalam artian positif kita ramah, kita juga harus tau batasan dalam hal minta tolong ya.

  • Mengunjungi New Farm Park
Setelah mengunjungi Mount Coo-tha akhirnya saya kembali ke City dan memutuskan untuk kembali ke South bank. Namun tujuan kali ini bukan untuk bersantai di South bank. Saya mengincar fery gratis untuk menuju ketempat baru yakni New Farm Park. Ada apasih disana hehe.


New Farm Park ini adalah tamanyang terletak di 1038 Brunswick Street, New Farm, Queensland 400. Taman ini dirancang oleh Albert Herbert Foster pada tahun 1914. Kemudian dilanjutkan Tahun 1950 oleh Gladwin Legge and Co. Taman ini termasuk dalam daftar warisan budaya di Queensland pada tahun 2005.  Oh ya taman ini cukup luas ya gengs kurang lebih 15Ha dan terletak di tepi sungai Brisbane. Disini terdapat beberapa jenis bunga yang ditanam untuk mempercantik taman. 



Well, itulah things i do selama di Brisbane. Sebenarnya ada banyak spot lain yang belum saya kunjungi. But thats okay, doakan saja bisa balik kesini untuk melengkapi list-list. Seperti yang saya bilang kalau ke Brisbane ini lebih cocok untuk liburan keluarga. Tapi jika ingin more adventure bisa kok ke Pulau-pulau didekatnya seperti Stradbroke island, Trip ke Glasshouse mountain, Explore Lamington natpark juga ke Mt Tamborine. Tapi yah lagi-lagi keterbatasan waktu tidak memungkinkan saya untuk menjelajah segala tempat yaah. Balik lagi sih kalau saya ngetrip dengan moda trasnpot pribadi mungkin saja saya bisa eksplore banyak tempat. But thats okay, The journey is over hahaha.

See you on my next stop guys!

Wednesday, December 26, 2018

Noosa : Enjoying nature in a quiet places

Mt Tinbeerwah lookout
Sore itu sekitar jam 4 sore bus greyhound sudah sampai di Sunshine beach rd  platform 2 stop C. Perjalanan memakan waktu 3,5 jam dari Hervey Bay ke Noosa head. Yah ini adalah next stop berikutnya yang akan kujelajah untuk 3 hari kedepan. Pernah dengar nama ini? Well jika kamu adalah seorang surfer maka ini adalah surga bagi kamu. yaps kawasan ini dikenal sebagai salah satu surganya bagi para surfer  di Australia. Noosa head ini merupakan bagian dari distrik Sunshine Coast yang terletak di Queensland Australia. Mengapa saya memutuskan Noosa masuk kedalam spot East coast saya? let see the reason why hehe

Saturday, December 22, 2018

One fine day in Hervey Bay

urungan pier
Hervey Bay adalah tempat persinggahan berikutnya. Setelah 10 jam perjalanan dengan Greyhound, pukul 8Am, saya sudah sampai di kota kecil ini. Driver membantu mengeluarkan koper dan ransel. Pagi itu, hanya beberapa orang saja yang turun disini. Kebanyakan para pejalan sepertiku memilih untuk berhenti di rainbow beach. Entah ada magnet apa sehingga saya memutuskan untuk mengambil jeda 1 hari disini. Kenapa tidak langsung saja berhenti Sunshine Coast? i even dont know the reason why hahaha. 

Thursday, December 20, 2018

Whitsunday My complicated days

Whitsunday island from Hill Inlet lookout
Whitsunday siapa yang tak kenal kepulauan cantik dengan bentangan pasir putihnya yang mempesona. Yaah Pulau yang terletak di Queensland dan berjarak kurang lebih 900 km dari sebelah utara Brisbane ini adalah Salah satu destinasi favourite turis - turis dari berbagai belahan dunia yang datang ke Australia. Kepulauan Whitsunday ini tak hanya terdiri dari satu pulau saja gengs, tapi terdiri dari kurang lebih 74 gugusan pulau- pulau kecil disekitarnya. 

Setelah sehari sebelumnya, trip yang sudah kubooking jauh-jauh hari harus dibatalkan karena cuaca yang buruk. Akhirnya saya memesan trip baru bersama Louis. Hujan rintik mengguyur Airlie beach sejak pagi. Perasaan gundah  dan cemas berkecamuk menjadi satu dikepala. Oh Tuhan akankah hari ini batal lagi pikirku.

Pagi itu setelah checkout dan menaruh koper dan ransel di lugage storage, saya berjalan menuju ketempat meeting point yakni didepan Xbase Hostel. Lokasinya tidak begitu jauh dari hostel tempat saya tinggal. Kurang lebih menunggu sekitar 15 menit, tak lama sebuah mini bus menjemput kami menuju ke Abell Point Marina. Namun, kami masih harus menunggu beberapa crew yang akan memberikan briefing singkat. Sementara itu hujan rintik tak kunjung reda, awan mendung menggantung dilangit. Harapanku hanya satu semoga trip kali ini berjalan lancar.

Usai briefing, kami dibawa menuju ke kapal boat yang akan kami gunakan day tour hari ini. Kapal ini tidak begitu besar, berbeda dengan kapal sailing atau pesiar, karena kapal ini ditenagai jet. Jadi bisa dibayangin dong seperti apa serunya memecah ombak dengan jet haha. Pukul 09.00 Kapal meninggalkan airlie beach menuju ke Whitsunday National Park.  Perjalanan menggunakan  kapal boat ini bisa dikatakan anti mainstream gengs. Beberapa kali saya terloncat dari tempat duduk ketika kapal harus menerjang ombak dengan kecepatan tinggi. Hal yang belum pernah dialami sebelumnya. Bahkan tidak hanya sekali namun berkali-kali rasanya kapal melompat dan melayang diatas air hahaha.
Fury boat
Kurang lebih 2 jam perjalanan, kapal pun mendekati Whitsunday island dan berhenti di Tongue Point. Begitu sampai para kru langsung menyiapkan makan siang untuk kami. Tapi saya dan Louis tidak langsung makan siang, kami malah langsung memutuskan untuk mencari lookout. Setelah meletakkan peralatan di meja, kami menuju kehutan untuk bush walking. Kami pikir  bisa melakukan hiking disini. Ternyata gengs jalan yang kami ikuti malah menuju ke toilet hahaha. Alhasil kami putar arah dan duduk disekitar pantai beberapa saat. Well, begitu sampai disini kami menemukan beberapa lizard yang cukup besar. Mereka tidak terlihat takut dengan kehadiran manusia di Pulau tersebut. Lizard ini tergolong cukup besar dan berkeliaran disekitar bangku yang ada didekat pantai.


Usai bertanya dengan petugas yang berjaga ditenda, ternyata trek hiking ada disebelah kanan pulau. Oh iya jika kalian kesini, ada tempat sampah khusus yang disediakan didekat tenda petugas. Hal ini terlihat simple sih. Tapi ini adalah salah satu hal alasan kenapa pantai-pantai yang ada di Australia itu bersih-bersih dan bebas sampah. Terkadang ada petugas khusus untuk membersihkan sampah. Jika pantainya bersih, otomatis turis pun akan segan untuk membuang sampah sembarangan. So, back again to my story, ternyata kita bisa melakukan Short bush walking disini guys. Yah treknya masuk kategori mudah dan sangat singkat.


Perjalanan kali ini sangat singkat, kurang lebih 15 menit kami sudah sampai ke lookout Tongue Point. treknya pun sangat mudah yakni berupa jalan setapak dan dijamin tidak akan nyasarlah haha. Begitu sampai, lagi-lagi tidak ada orang gengs diatas. Padahal banyak kapal yang bersandar di pulau ini.  Well anggap saja bonus karena bisa bebas berphoto tanpa takut bocor hahaha. Oh yah dari atas sini memang tidak terlihat pasir putihnya guys. Tapi viewnya ga kalah stunning dan sayang dilewatkan.




kenapa namanya Tongue Lookout ya? saya pun tidak tahu haha. Hanya saja  puncak dari lookout ini adalah hamparan batu besar yang bentuknya sih agak mirip seperti lidah. Gengs ini masih sebatsas opini pribadi ya mungkin saja ini alasannya. Usai berphoto (lebih tepatnya diphotoin) ria diatas lookout, kami pun segera turun kembali ke pantai untuk makan siang. Yaps kami melewatkan makan siang, Jadi begitu kembali tidak begitu banyak pilihan yang tersedia. Karena kami bisa dikatakan adalah orang-orang terakhir yang mengambil jatah makan siang. Usai makan siang ditemani oleh lizard besar yang berkeliaran dibawah meja, kami memutuskan untuk berjemur dipantai.


Tepat pukul 1pm kami meninggalkan Tongue Point untuk snorkeling. Disinilah drama trip bermula gengs. Begitu sampai di titik snorkeling, (i dont know the spot name). Of course,  saya sudah sangat excited akhirnya bisa nyebur lagi dilaut setelah sekian purnama lol. Bahkan perasaan was-was dan takut akan shark attack telah hilang entah kemana. Fyi, tepat 3 hari sebelum saya sampai di Airlie Beach, ada insiden penyerangan oleh sekelompok hiu yang menewaskan seorang dokter.  Shark attack in Whitsunday .
Setelah semua persiapan selesai, kru pun memberi aba-aba kepada semua orang yang akan snorkling. Satu persatu kami melompat terjun kebawah termasuk saya dengan alat tempur Go Pro Hero 7 Black tergenggam erat ditangan. Yah sudah terbayang  nih bakal dapat view bagus terus bisa dishare lagi hahhaa. Tapi Tuhan berkehendak lain guys baru juga nyebur, saya lihat ini screen kamera udah garis-garis. Masih berusaha stay cool dan memilih melanjutkan  renang, karena sudah greget kamera tidak kunjunh nyala-nyala akhirnya saya membuka tutup baterai dan voilaaaa didalam kamera sudah terisi air laut gaes. What a life. Saya pun bergegas menghampiri Kru yang ada di boat kecil dan memberikan kamera untuk dibawa kekapal. Saya kembali melanjutkan aktivitas snorkeling dan tidak terlalu memikirkan kamera karena mungkin bisa dipakai lagi pikirku dalam hati.
Another bad luck happen entah faktor cuaca yang buruk, karena mendung menggantung dilangit dari pagi atau memang spot tersebut tidak menarik, selama snorkeling saya tidak menjumpai banyak ikan - ikan dan terumbu karang yang cantik disini. Kru mengarahkan kami untuk mendekat kepulau katanya sih view disana lumayan bagus. Oke im going there, tapi tetap saja rasanya tidak ada underwater yang wah, nyaris sama seperti spot sebelumnya. Tidak ada yang bisa dilakukan, saya menarik nafas dalam-dalam dan mencoba menyelam lebih dalam sebab terumbu karangpun tidak terlihat jelas dari atas. Ternyata saya harus menelan kecewa, memang tidak ada apa-apa dibawah sana.
Beberapa kali saya mengikuti Louis untuk mencari spot yang banyak ikan, tetap saja tidak ada hasilnya. its really bad. it feels like we pay something expensive for nothing. Memang dibeberapa spot ada terumbu karang,  tapi sedikit sekali ikan yang ada dibawah. Ini bukan karena moodku yang sudah jelek ya gengs. Hanya saja rasanya B aja kalo bahasa kita mah wkwkkw. Bahkan Louis memutuskan untuk kembali kekapal karena tidak menemukan apa-apa dibawah sana. Namun gengs drama tidak berakhir disini saja. Seperti biasa, ini kaki walau udah peregangan tetap saja suka kram dan disaat waktu yang tidak tepat.
Dengan panik saya memanggil Louis "Help  me" ujarku saat itu. Louis pun datang menolong dan memanggil kru dikapal untuk menjemput kami. Ini kali kesekian saya mengalami kram dikaki kanan. Padahal rasanya saya selalu melakukan peregangan. Saya memang bukan seorang yang mahir berenang, tapi saya selalu suka menghabiskan banyak waktu dilautan. Kram ditengah-tengah laut memang momok menyeramkan bagi saya guys. Saya berusaha melepaskan fin dari kaki sementara boat datang, Louis memegang tali yang menggantung diboat dan kami dibawa kembali kekapal besar.

Setelah snorkeling kami dibawa menuju spot terakhir. Spot berikutnya yang ditunggu-tunggu adalah Hill Inlet. Ini adalah tempat sempurna untuk menikmati hamparan pasir putih yang fenomenal itu gengs. Begitu tiba, kapal tidak bisa berlabuh kedekat pulau. Jadi, kami diangkut menggunakan boat kecil untuk merapat kesini. Kami diberi waktu kurang lebih 30 menit disini sebelum dijemput kembali ke kapal.

Begitu boat merapat kepulau, kami segera turun dari boat dan mulai mengikuti panah penunjuk arah. Saya yang begitu semangat karena ini tujuan utama dari day tour dengan cepat melangkahkan kaki Tak sabar rasanya melihat surganya pasir putih ini. Karena sudah lumayan siang bukan kapal kami saja yang datang kesini jadi bisa dipastikan cukup banyak wisatawan lain yang ada dispot ini. Well, This is it, The famous spot in Whitsunday Island.  Yah walaupun harus menelan sedikit kecewa karena pasirnya tidak terlihat sempurna bagiku its okay la gengs. Inikan wish list yang pengen banget didatangin dan akhirnya kesampaian.

Whitehaven beach

Pasir putihnya ga keliatan gengs, tapi birunya ituloh membius banget haha. Dan ini dia sedikit sneak peak di Whitsunday.

Im happy cause i did it
Someone offering help to capture this pose


Setelah puas menikmati view, kami kembali turun kepulau menuju kapal dan menunggu boat menjemput. Tak lama kapal berlayar kembali pulang menuju Airlie Beach. Pukul 4.30Pm kapal sudah sampai ke pelabuhan. Sadly, the tour is over.

*Extra part for the days not a drama lol
Yah hari ini adalah hari terakhir saya di Airlie beach dan hari terakhir juga bersama teman lamaku ini gengs. Begitu sampai saya  segera kembali ke hostel dan mandi lantas bersiap-siap mengambil ransel dan koper yang kutitipkan disana. Louis berjanji akan mengantarku ke terminal. Namun tampaknya hal tersebut tidak mungkin. Yaps doi harus check in terlebih dulu kehostelnya yang baru, mandi dan bersiap-siap. It takes one hour ujarnya.
Saya duduk dengan (tidak) manisnya menunggu dihalte tepat didepan hostelku, perasaan was-was mulai melanda. berulang kali melihat jam untuk memastikan waktu yang terus berjalan, cihuy!
Waktu menunjukkan pukul 5.40 sore, sementara greyhound datang pukul 7 malam. Kurang lebih 1 jam lagi waktu tersisa.  Karena saya orangnya ga sabaran dan lelah menanti,  dengan gusar, lantas ku telp Louis.
          "where are you?" tanyaku
         " come on give me time Tria. my hostel too far away 30 minutes to go where  you are. Im not Flash can come there in 5 minutes " jawabnya diseberang.
          " i know, im waiting" jawabku pasrah.

Pukul 6 PM kukirimkan pesan lewat Messenger " I start walk to the Port".

 Jujur saja saya berharap dia datang tak rela rasanya belum pamitan hahaha. Saya kembali melirik jam tangan  dan  berulang kali pula melihat ke jalan memastikan sosoknya sudah sampai. Tapi sosok yang ditunggu tak jua menampakkan dirinya. Lalu saya putuskan untuk pergi dengan berat hati. Oke its time go Tria ucapku dalam hati.
But, someone coming with bicycle. Yes he is coming. "Tria" dia memanggilku, entah kenapa ada sedikit rasa lega dihati. Walau gereget tetap saja senyum tak urung mengembang dimukaku hahaha. Karena  doi hilang kabel charger, lagi-lagi saya harus dibuat menunggu karena dia pergi ke wolies. Masih sempat-sempatnya si kampret ini cari barang ya hahaha.
Setelah tidak menemukan apa yang dia cari, kami segera bergegas ke Port airlie. Tempat dimana bus greyhound akan datang menjemputku ke destinasi berikutnya. Setelah sampai di port, Louis menawarkan untuk membeli kopi tapi saya menolaknya takut ketinggalan bus. Namun doi tetep keukeuh nawarin, there is still time till the bus coming katanya. Tidak semudah itu ferguso ucapku hahha. Saya memutuskan untuk menunggu bus saja daripada geret-geret koper buat ngopi haha. Begitulah dia menungguku sampai bus yang kutunggu datang. it such a real goodbye..
Usai sudah perjalanan dan petualanganku di Airlie Beach, spot pertama dari east coast trip. Pertama dan banyak kenangan manis, salah satunya ya kamera rusak hahaha.

Gimana tertarik kesini guys?
Saran aja sih, datanglah bersama teman biar asik. Sendiri juga ga masalah sebenarnya. Karena disini ada banyak backpacker yang datang untuk berlibur. Ada banyak paket tour yang ditawarkan, jadi pintar-pintarlah memilih. Jika kamu memiliki banyak waktu dan uang bisa memilih paket sailing 3Days2night on the boat. Harganya mulai dari 400Audan kalo ga salah. Ada juga sailing tour 2days1night. Setiap paket yang ditawarkan punya kelebihan masing-masing. Bisa jadi party on the boat, spot-spot yang dikunjungi lebih banyak.

contoh sailing whitsunday

Day tour
 Karena saya tipe yang hmm ga punya banyak duit dan ga bisa minum ya ngapain ikut party wkwkw, saya memilih Day tour aja. Karena maunya ya ke Whitehaven beach ituloh.  Ciri khas yang membedakan sailing dan day tour itu ya dari kapal yang digunakan ya. Kalo sailing pakai cruise atau sailing boat. Kalo day tour pakai kapal boat. Day tour ini ada banyak harganya. Rata-rata sih 150 Aud gengs silahkan dikalikan dengan rate rupiah sekarang. Day tour ini juga banyak macamnya, ada yang lebih banyak dipantai-pantai, berarti kamu ga bisa banyak snorkeling atau kamu juga bisa memilih mau snorkeling dan less beaches. Rata-rata paket yang ditawarkan sudah include lunch ya. Jadi silahkan tentukan mana yang mau kamu pilih.

another tips for you guys, kalian sometimes bisa dapat setengah harga loh. Walau ga setiap hari ready, tapi wajib di cek. web ini adalah web andalan saya selama saya melakukan East coast Trip Australia. situs booking andalan banyak orang juga haha. Kalian bisa cek disini bookme.com.au

So, see you on my next journey guys

*Itinerary + Cost
Day 3 - Withsunday Day Trip : 159 Aud

Tuesday, December 4, 2018

Airlie Beach (2) Bush Walking di Conway National Park

Mount Rooper

"Hello Tria this from Zigza* Tour, The tour has been cancelled today due the bad weather" Ucap seseorang diseberang.
Yah telpon yang kuterima barusan membuyarkan wish list utamaku di Airlie Beach yakni Whitsunday tour. Cuaca sedari pagi tadi memang tidak bersahabat, hujan mengguyur Airlie sejak pukul 4 pagi. Aku sangat  berharap bahwa hujan akan berhenti di pagi hari. Hanya saja aku harus menelan kekecewaan sebab hujan rintik tak juga reda sampai jam 7 pagi. Aku yang sudah bersiap -siap dengan semangat menuju ke Abell Point Marina mendadak melangkah lesu setelah menerima telpon tersebut. Aku berusaha menelpon Louis, setelah malam sebelumnya dia mengusulkan untuk menjemput didepan hostelku. Tak lama dia membalas via messenger memintaku untuk tidak menunggunya karena dia baru saja bangun dan bersiap-siap. Dia belum tahu kalau tour yang kami pesan sudah dicancel.

Sunday, December 2, 2018

Airlie Beach, Where the Journey Begin (1)

tourismwhitsunday.com.au
source : tourismwhitsunday.com.au

Akhirnya sampai juga ke destinasi pertama dari East Coast Trip yang sudah lama aku impikan. Perjalanan ini sebenarnya hanya keinginanku saja, namun tidak tahu kapan akan merealisasikannya. 2 bulan sebelum meninggalkan Cairns, plan ini mulai kuseriusi. Aku mulai sibuk mempersiapkan semua yang berkaitan dengan tripku kali ini. Of course i did survey before. Karena East Coast trip ini memakan waktu yang lumayan lama, butuh effort yang besar, bukan hanya sekedar uang yang harus disiapkan, fisik dan mentalpun tak boleh kalah.

Monday, November 26, 2018

Byron Bay : When the journey come to an end

 
Byron Light House
Hampir 2 jam didalam bus sempat membuat saya tidur cukup pulas, Tidak begitu lama kemudian Bus sudah tiba diperhentian terakhir dalam rangkaian tur east coast ini. Yaps saya sudah sampai di Byron Bay. Kota yang terkenal dengan suasana lay back dan surga surfing serta banyak backpacker yang stay disini seperti menjadi daya tarik utama kota ini.  Byron Bay adalah kota tepi pantai yang terletak di sudut timur laut negara bagian New South Wales, Australia. Terletak 772 kilometer di utara Sydney dan 165 kilometer selatan Brisbane.

Piknik di Lake Tinaroo